08 April, 2008

Titip salam rinduku padanya Angin

Seandainya...
Kapan aku merasa paling lelaki, saat kamu bersimpuh mengerat nasib.
Kapan aku merasa paling lelaki, saat kamu berdarah,
karena keringatmu mengering mengejar nasib
Kapan aku merasa bisa paling lelaki, saat kamu merintih, perih ini, sakit itu,
umpat dari sini, amarah dari sana.
Hanya karena ingin berdiri tegap saat mencincang nasib

Apakah bisa aku mengaku sangat lelaki, saat kamu usap air mata semalam,
hanya karena pinggangmu remuk diremas nasib.
Dan inikah lelakimu, saat kamu muntahkan semua lelah, sendiri, disana dikota ladang-ladang nasib dan segala baik dan bejatnya masih dipertanyakan.

Tunggu aku sayangku, lelaki ini belajar memetik setangkai mimpi, harap, cita,
ingin, dan cinta. Belajar menjadi lelaki, untuk memegang janji, membuatmu lama tersenyum bahagia.

Tidurlah sayangku…
Yang ingin aku punyai
Mati sebelum usai mencintaimu
Hidup sebelum kehilangan cintamu

Usai
Seusai hidup carut semrawut ini
Seusai mati disela maut dan keranda ini
Seusai menitih letih, lalu perih kemudian sepi ini
Seusai meronta, berontak, lalu lantang bersorak
Seusai runtuhnya beribu-ribu gelak
Seusai muara terus beriak

Aku ingin selalu menepi ditepian jingga di pantai kemarin dulu
Aku ingin merajam alur cerita tak kembali lagi dijamu
Aku ingin seusai bumi ini tak hadir lagi
usai untuk satu lagi cerita tentang aku dan kamu

23 November, 2007

Lagu buat Adik-KU

Republik - Hanya Ingin Kau Tahu


Ku telah miliki

Rasa indahnya perihku

Rasa hancurnya harapku

Kau lepas cintaku


Rasakan abadi

Sekalipun kau mengerti

Sekalipun kau pahami

Ku pikir ku salah mengertimu


Aku hanya ingin kau tahu

Besarnya cintaku

Tingginya khayalku bersamamu


Tuk lalui waktu yang tersisa kini

Di setiap hariku

Di sisa akhir nafas hidupku


ow wooo wo wo wo


Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku

Hanya ada dalam anganku

Melewati hidup


Rasakan abadi

Sekalipun kau mengerti

Sekalipun kau pahami

Ku pikir ku salah mengertimu


Aku hanya ingin kau tahu

Besarnya cintaku

Tingginya khayalku bersamamu


Tuk lalui waktu yang tersisa kini

Di setiap hariku

Di sisa akhir nafas hidupku


Aku hanya ingin kau tahu

Besarnya cintaku

Tingginya khayalku bersamamu


Tuk lalui waktu yang tersisa kini

Di setiap hariku

Di sisa akhir nafas hidupku


ow wooo wo wo wo wo wo wo wo wo


Popularity: 81% [?]


Sumber: LirikLaguIndonesia.Net

12 November, 2007

Untuk Mu adikku

Adikku tersayang,kadang kk memang khilaf dan semena-mena memutuskan komunikasi kita yang sementara berjalan, tetapi itu bukan dan maksud kk secara totalitas dari diri kk, cuman karena persoalan alam hingga terjadi demikian, sekali lagi maafkan kk, kemarin mungkin waktu asyik ngobrol adikku mendengarkan lewat microphone, betapa dahsyatnya gemuruh itu, seakan bangunan 7 lantai hancur berkeping, dan kk juga sempat shock karena kekagetan luar biasa, seumur kk belum pernah ada kejadian yang seperti itu kk alami.
kk bersyukur karena kk sehat walaupun agak terlunta-lunta. Hari ini kk sangat mengharapkan adikku tersenyum dan seperti sedia kala yang kk kenal secara alami dan mendalam

salam dari kk yang selalu menunggumu adik